Friday, June 7, 2013

Pertemuan VIII

Pada pertemuan ini, kami belajar lebih mendetail tentang catatan kaki. Catatan kaki dari sebuah laporan, skripsi, ataupun karya ilmiah ditulis dara nama belakang si pengarang. Misalnya kita mengutip buku karangan Ibu Niknik M. Kuntarto, maka nama yang tertera di daftar pustaka adalah Kuntarto, Niknik M. Setelah nama, penulisan daftar pustaka untuk sumber bacaan buku adalah tahun terbit buku, judul buku, tempat terbit serta penerbit. Terakhir, yang tidak kalah penting adalah halaman dari buku yang menjadi sumber kita. Aturan ini tidak berlaku apabila kita mengambil sumber dari surat kabar ataupun website. Aturan yang digunakan menjadi berbeda. Judul artikel baik surat kabar ataupun website harus diberi tanda kutip di awal dan di akhirnya. Kitapun harus mencantumkan tanggal terbit serta alamat web khusus untuk sumber dari website.

Pada pertemuan kali ini kami juga belajar kembali mengenai ibid dan loc.cit yang pastinya pernah kita pelajari semasa SMA. Aturan ibid ini digunakan apabila sumber pertama dan kedua diambil dari satu buku yang sama namun beda halamannya. Maka kita hanya perlu menulis “ibid” kemudian diikuti dengan halaman yang menjadi sumber. sedangkan loc.cit digunakan untuk menulis sumber buku apabila sama dengan yang ada di atasnya namun dilongkapi oleh 1 atau 2 nama pengarang lain (buku lain). Kami juga dijelaskan sedikit mengenai catatan perut. Berbeda dengan catatan kaki yang ditulis di akhir halaman, catatan perut ditulis langsung di dalam isi buku. Setelah itu kami diminta untuk membuat sebuah catatan kaki oleh Ibu Niknik kemudian yang paling sedikit salah akan mendapatkan banyak bintang. 

No comments:

Post a Comment